Shalat duha merupakan salah satu diantara shalat-shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Banyak sekali penjelasan hadits yang telah menyebutkan berbagai keutamaan dan keistimewaan shalat Dhuha bagi siapa saja yang melaksanakannya. Berikut ini adalah beberapa hadits Rasulullah Muhammad saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
2. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata:
“Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah saw berkata;
“Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab;
“Ya!
Rasul saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)
4. Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Allah ta`ala berkata:
“Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan:
“Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika” (Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).
5. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).
6. Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).
Semoga sedikit kutipan mengenai Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha ini bisa membuat kita lebih giat lagi dalam menjalankan shalat dhuha, dan bagi yang belum melaksanakannya bisa memulai untuk menjalankannya… Aamiin…
http://andatahuuu.blogspot.com/2012/04/6-rahasia-dan-keutamaan-shalat-dhuha.html
Informasi Umum, Pendidikan, Agama, Teknologi, Pengembangan diri, Seni, dan Humor
Tampilkan postingan dengan label Shalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shalat. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 September 2012
Minggu, 02 September 2012
Shalat Tahajud Meningkatkan Kekebalan Tubuh dan Mengusir Penyakit
Pernahkah Anda berpikir kenapa setiap hari kita mesti berdoa? Mungkin ada yang manjawab ini adalah kewajiban kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ada juga yang menjawab ini sudah tersurat dalam kitab suci. Dan masih banyak lagi rasionalisasi yang bila dikaji bunyinya terdengar, bahwa berdoa hanyalah kewajiban. Namun, semua yang kita anggap sebagai tanggung jawab, juga kewajiban ternyata memiliki pengaruh positif buat hidup kita sendiri. Anda mungkin tidak sadar kalau kepatuhan-kepatuhan kita terhadap ritual keagamaan semisal shalat serta bentuk ritual lainnya memiliki pengaruh bagi meningkatnya sistem kekebalan tubuh kita. Ambil contoh misalnya shalat tahajjud. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh dosen fakultas tarbiyah dan guru besar program pascasarjana dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Mohammad Sholeh, Drs., M.Pd., PNI membuktikan bahwa shalat tahajjud yang dijalankan dengan gerakan tepat, rutin, dan tentu saja dengan tulus iklhas bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Prof. Sholeh menyebutkan, bahwa penelitian yang dilakukannya tahun 2000 selama satu semester ini dalam rangka menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Airlangga, Surabaya. “Jadi ini demi sebuah desertasi ,” jelas bapak dua anak ini. Sholeh memilih desertasinya dengan judul Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi Teliti 51 Siswa SMU Bagi kaum muslim, shalat tahajjud bukanlah sembahyang wajib. Karenanya tidak banyak yang melakukan sembahyang ini sampai berhari-hari dan terus menerus. Dalam riwayat Abu Daud dan At Turmudzy diceritakan, Ali r.a pernah berkata: “Shalat witir itu tidak diharuskan sebagaimana shalat fardhu, tetapi Rasulullah saw selalu mengerjakannya serta bersabda: “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil,yakni esa) dan suka pada witir maka shalat witirlah kamu sekalian wahai Ahlul Qur’an” Kebiasaan melakukan sembahyang ini bermula ketika menjelang kenabian Nabi Muhammad SAW. Waktu itu sang Nabi sedang gundah gulana. Sebagai seorang yang saleh dan berhati bersih, pria tengah baya ini merasakan betapa mundurnya kehidupan moral di Mekah waktu itu. Perbudakan, perampokan, penindasan terhadap wanita, dan segala keburukan lain membuat hidup menjadi tidak menyenangkan. Mau apa, aku ini? Itulah pertanyaan yang muncul darinya. Maka, di suatu malam, Muhammad menyendiri dan merenungkan semua hal yang menimpa dirinya dan tanah kelahirannya. Tengah malam sampai menjelang pagi, Muhammad merasakan benar-benar kesedihan yang mendalam sekaligus berpasrah pada Sang Pencipta mau diapakan dirinya dan tempat kelahirannnya. Saat itulah, kemudian muncul pesan dari malaikat Jibril yang sampai sekarang dikenal sebagai wahyu pertama dalam kitabsuci Al quran. Lalu di malam-malam selanjutnya, Nabi sering melakukan kegiatan menyendiri ini sebagai sebuah kegiatan yang intinya mau mengatakan bahwa beliau hanyalah manusia biasa. Tiada yang dapat dilakukannya kecuali hanya karena pertolongan dari Allah. Kegiatan menyendiri yang diberi bentuk shalat di kemudian hari ini lalu biasa dilakukan oleh para pengikut Nabi tatkala mengalami berbagai persoalan yang dirasa berat untuk ditanggung. Namun selama waktu itu, sejak kebiasaan sholat muncul sampai satu decade terakhir ini, tidak banyak yang tahu bahkan kaum muslim sekalipun, apa sebenarnya yang terjadi ketika mereka melakukan shalat tahajjud. Memang banyak ulama menyebutkan kalau shalat bisa memperbaiki akhlak. Tapi, bagaimanakah semua itu berlangsung? Inilah yang mendorong Prof. Sholeh melakukan penelitian mengenai shalat tahajjud. Pria jebolan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri ini di tahun 2000 meneliti sekitar 51 siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. ”Saya minta mereka semua melakukan shalat tahajjud selama dua bulan penuh setiap hari,” jelas pria yang menyelesaikan S2 pada bidang psikologi konseling di IKIP Malang. Dengan mengambil jumlah rakaat yang tidak terlalu banyak juga tidak sedikit, 2 rakaat salam empat kali serta witr tiga rakaat atau satu rakaat (total 8 rakaat), mereka mesti menjalankannya shalat pada jam 02.00 sampai 3.30.Tentu tidak semua berhasil. 51 siswa yang diteliti ini akan dipilah lagi. “Mereka yang tidak pernah mengikuti senam pernapasan, komplit shalatnya sampai dua bulan, tidak pernah ikut toriqoh (zikir), dan tidak pernah melakukan tahajjud akan saya masukkan dalam kelompok sendiri untuk dilihat lebih lanjut hasilnya,” ungkap Sholeh. Ternyata dari 51 siswa, 23 orang hanya sanggup bertahan menjalankan shalat tahajjud selama sebulan. Beserta yang lainnya yang tidak memenuhi syarat dengan alasan misalnya shalatnya tidak lengkap sampai dua bulan meski bisa melampaui sebulan penuh atau tidak sampai sebulan, minum obat kortikisteroid, melakukan hal-hal lain selain tahajjud yang mempengaruhi sistem tubuh misalnya zikir, ke-23 siswa ini dijadikan kelompok sendiri. Sampai akhirnya, tinggal 19 siswa saja yang sanggup bertahan melakukan shalat tahjjud selama dua bulan. Jadi ada dua kelompok. Mereka yang berhasil sampai dua bulan tanpa tambahan kegiatan lain dan mereka yang tidak selesai shalat sampai dua bulan. Kesembilan belas orang ini menurut Sholeh mengalami perubahan secara mendasar. “Mereka ini yang menjalani shalat dengan tulus ikhlas, penuh dua bulan, gerakannya tepat, kekebalan tubuhnya meningkat,” jelas Sholeh. Sementara yang tidak, perubahan secara berarti dari segi fisik maupun psikis tidak terlihat. Meningkatnya kekebalan tubuh inilah yang memungkinkan seseorang akan sulit kena penyakit dari yang sekedar infeksi sampai kanker. Setidaknya ada beberapa parametes yang diukur Sholeh di tiga laboratorium (Klinika, Prodia, dan Paramita) di Surabaya untuk membuat kesimpulan ini. Dengan mengukur kadar hormon kortisol (glukokortikoid alami utama yang dikeluarkn korteks adrenal. Zat ini memengaruhi metabolisme glukosa, protein dan lemak) bisa diketahui apakah seseorang mengalami stress atau tidak. Pada mereka yang berhasil melakukan shalat tahajjud sampai dua bulan hormon ini menaik. “Ini pertanda orang tersebut ikhlas dan tidak stress,” ungkap Sholeh. Meningkatnya hormon ini akan disertai dengan meningkatnya kandungan serotonin, epinefrin dan endorfin. Hormon-hormon ini adalah hormon yang membuat kita menjadi tenang dan merasa tenteram. Sebaliknya, tingkat acetylcholine pada kesembilan belas orang ini menurun. Acetylcholine adalah ester asam asetat dari kolin yang berfungsi sebagai neurotransmitter atau bahan kimia yang berfungsi menyampaikan pesan dari sel saraf yang satu ke sel saraf yang lain. “Bila bahan kimia ini meningkat, itu tandanya orang lagi stress. Akibat lanjutannya orang akan mudah marah, cemas, dan khawatir,” jelas Sholeh. Stress juga ditandai bila kandungan vasopressin atau hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus (bagian otak) meningkat. “Bila tingkat vasopressin ini tinggi dan menumpuk terus menerus, daya tahan tubuh orang akan menurun. Orang akan mudah kena kanker. “Dengan sendirinya berbagai sistem imun yang ada di tubuh seperti makrofag, basofil, monosit, dan lainnya tidak akan terproduksi. Jadi, sekarang ini kalau orang bicara bahwa shalat bisa memperbaiki tingkat moral seseorang, ada alasan yang bisa dikemukakan dengan sangat masuk akal. Dengan shalat yang benar, dijalani tulus dan pasrah, serta rutin akan membuat fisik maupun psikis seseorang sehat. Ketenangan hati, pikiran, dan ketentraman jiwa akan menjadi status dasar mereka yang rajin shalat. Orang bisa berpikir logis, matang, dan benar-benar masuk akal. Orang menjadi tahu diri dan tidak seenaknya. Selain itu, penyakit fisik akan enggan mampir dan mengidap ke tubuh mereka yang rajin shalat. Karena sistem kekebalan tubuhnya meningkat pesat. “Dirikanlah shalat dari condong matahari sampai gelap malam dan Quran fajar (shalat subuh), sesungguhnya Quran fajar itu dipersaksikan. Pada malam hari hendaklah engkau bertahajjud sebagai tambahan untuk engkau, mudah-mudahan Maha Pemeliharamu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji” (Al Quran surat Al Israa’ ke-17 ayat 78-79). Jadi, shalat ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah, melainkan juga membuat sehat lahir batin. Sumber : kompas.co.id |
Selasa, 28 Agustus 2012
MENCAPAI SHOLAT KHUSUK
http://www.fadhilza.com
Jika nafas yang dihembuskan perlahan sudah habis sedang bacaan iftitah belum selesai, maka tarik kembali nafas hingga memenuhi paru paru, kemudian hembuskan perlahan sambil melanjutkan bacaan yang belum selesai,demikian seterusnya. Konsentrasikan hati dan fikiran pada bacaan berikut maknanya. Mulut membaca do’a iftitah, fikiran menyebut terjemahannya, hati merasakan maksud kalimat yang dibaca. Rasakan kalimat yang dibaca dengan segenap perasaan dan penuh kekhusukan. Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan do’a iftitah tersebut.
Satu
ketika saya sedang bertugas di Gedung MPR/DPR mengamankan penyaluran
tenaga listrik kekomplek tersebut pada saat sidang MPR. Dari kejauhan
saya lihat ada seseorang yang sedang bercakap cakap dengan asyiknya, ia
melangkah bergerak kesana kemari sambil tangannya bergerak-gerak dengan
serius. Namun saya tidak melihat lawan bicaranya. Saya jadi was was…..
ini orang waras atau tidak. Saya berjalan semakin dekat dan semakin
dekat pada orang tersebut, saya agak ragu, kuatir kalau orang itu tidak
waras. Setelah dekat saya perhatikan ada kabel dari telinga terus medekati mulutnya dan masuk kesaku celananya. Oooh…. rupanya ia sedang bicara dengan lawan
bicaranya melalu hand phone yang dilengkapi headset. Jadi lawan
bicaranya tentu saja tidak terlihat karena nun jauh disana… entah
dimana, mungkin pada suatu kota di Indonesia atau bahkan di luar negeri. Orang itu begitu asyik dan serius berbicara hingga ia tidak memperhatikan orang lain yang lewat didekatnya.
Ini
adalah suatu contoh orang yang khusuk berbicara dengan lawan bicaranya,
walaupun lawan bicaranya tidak terlihat. Untuk dapat berbicara dengan
serius dan khusuk tidak mutlak lawan bicara harus dapat dilihat dan
saling berhadapan. Banyak orang yang beralasan bahwa mereka tidak bisa
khusuk dalam sholatnya karena Allah sebagai yang diajak berbicara dalam
sholat tidak dapat dilihat dengan mata. Alasan ini tidak
benar, nyata nya orang yang saya jumpai digedung MPR diatas dapat
berbicara dengan khusuk dan serius walaupun lawan bicaranya tidak
tampak.
Dari pengamatan saya orang
tidak bisa khusuk dalam sholat sebagian besar disebabkan karena tidak
mengerti dan paham apa kalimat yang diucapkan dalam shalat tersebut.. Karena itu Allah mengingatkan dalam surat An Nisa ayat 43 :
”
Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam
keadaan mabuk, hingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan…..”
Dalam
ayat tersebut Allah mengingatkan bahwa kita harus mengerti apa saja yang
kita ucapkan dalam sholat. Jika tidak maka keadaan orang itu sama saja
dengan orang yang mabuk. Tidak mengerti apa yang diucapkan dalam shalat itulah yang menjadi penyebab utama fikiran melayang layang tak tentu arah ketika sedang mengerjakan shalat.
Problem utama umat Islam di Indonesia
Tidak mengerti ucapan atau ayat yang dibaca dalam shalat merupakan problem yang serius bagi umat
Islam di Indonesia. Ini adalah penyebab utama mengapa seseorang tidak
bisa khusuk dalam shalatnya. Ketika takbiratul ihram dikumandangkan
seolah olah fikiran dikomandokan untuk mulai melanglang buana melantur kemana mana. Mulai dari merencanakan suatu kegiatan bisnis, urusan keluarga,
rencana tamasya, menemukan barang yang hilang dan lain sebagainya silih
berganti muncul dalam fikiran selama mengerjakan shalat. Anehnya ketika
mengucapkan salam sambil menoleh kekanan dan kekiri tanda
selesai shalat, fikiran yang melantur itupun berhenti mengelana,
langsung fokus pada kegiatan yang harus segera dikerjakan saat itu.
Hal seperti tersebut diatas tentu tidak dialami oleh orang yang mengerti bahasa Arab, baik dia orang Arab sendiri atau bangsa lain yang memang sudah mengerti bahasa arab.
Hal ini hanya dialami oleh bangsa Ajam (Non arab) yang dalam kesehariannya tidak menggunakan bahasa arab untuk bercakap cakap dan berkomunikasi. Untuk
mendapatkan shalat khusuk , mengerti dan paham bacaan yang diucapkan
dalam shalat merupakan persyaratan mutlak. Menurut hemat saya untuk
meningkatkan mutu kehidupan umat Islam di Indonesia perlu diadakan
kegiatan atau usaha untuk meningkatkan mutu shalat yang dilakukanja
selama ini. Jika shalat umat Islam di Indonesia sudah betul dan benar,
Insya Allah mereka (bangsa Indonesia) akan medapatkan semua yang
dijanjikan Allah yaitu kemenangan hidup didunia dan akhirat.
Kondisi
shalat sebagian besar umat Islam di Indonesia dewasa ini sangat
memprihatinkan, baik dari kalangan yang berpendidikan tinggi (intelek)
maupun berpendidikan rendah. Rata rata mereka tidak mengerti kalimat
atau bacaan yang dibaca dalam shalatnya. Pernah satu ketika saya bertemu
seorang petani disuatu desa , saya tanya bacaan yang dibaca dalam
shalat. Ia bisa membacanya dengan baik. Ketika saya tanya arti setiap
kalimat yang diucapkannya itu, ia menggelengkan kepala.
Saya bacakan surat Alfatihah ayat demi ayat. Saya bacakan
Bismillahirrahmanirahiim…. ia jawab dengan menyebut nama Allah yang maha
pengasih dan maha penyayang. Saya baca Alhamdulillah hirabbil alamin……
ia bengong …. nggak tau. Saya bacakan bacaan shalat yang lain dan saya
tanya artinya ia hanya geleng kepala. Saya tanya kamu sudah shalat
berapa lama? dijawab sudah 20 tahun. Masya Allah… saya fikir mungkin
karena pendidikannya rendah makanya jadi begitu. Dugaan saya meleset,
pernah saya tanyakan hal serupa pada seorang sarjana S1, jawaban nya
sama saja….. nggak ngerti.
Inilah
kondisi yang perlu perhatian dari kita semua, saya kuatir kalau sebagian
besar kita terkena peringatan Allah dalam surat Al Maun ayat 4 dan 5 :
“ Maka kecelakaanlah bagi orang yang sholat, yaitu orang yang lalai dari sholatnya”
Pelajaran
shalat yang kita dapat selama ini hanya berdasarkan hukum fiqih yang
lebih fokus pada masalah rukun shalat. Kita lebih memperhatikan syarat
syah atau tidaknya shalat tersebut. Shalat lebih dirasakan sebagai suatu
kewajiban yang harus dipenuhi, kalau syarat syah shalat sudah terpenuhi
yah.. sudah. Masalah khusuk atau tidaknya kurang diperhatikan. Yang
penting sudah memenuhi kewajiban shalat sesuai ketentuan
dan syah. Jika shalat delakukan dengan tepat dan betul, sebenarnya
shalat akan meninggalkan bekas yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Shalat
yang dilakukan dengan tepat dan benar akan memberikan rasa
nyaman,tentram, bahagia, optimis, penuh semangat, selalu merasa
berkecukupan dan lain sebagainya. Jauh dari perasaan jengkel, kecewa,
sedih, cemas , takut, tertekan dan stress berkepanjangan. Perasaan
tersebut akan merangsang fikiran untuk memancarkan gelombang positip
kealam semesta yang pada akhirnya akan medatangkan hal yang positip pula
dalam kehidupan sehari hari. Hal tersebut sesuai dengan seruan azan
yang berbunyi hayya ’alas sholah….. hayya ’alal falah…. mari dirikan
shalat…..mari rebut kemenangan.
Meraih shalat khusuk
Menurut
teori LOA (Law of attraction) apa yang menguasai fikiran seseorang
cenderung menjelma jadi kenyataan, fikiran negatif akan menarik kejadian
negatif, fikiran positip akan menarik kejadian positif pula. Inilah
yang menyebabkan orang kaya bertambah kaya, orang miskin bertambah
miskin. Orang kaya selalu berfikir tentang kekayaan dan hidup berlimpah,
sedang orang miskin selalu berfikir tentang kesulitan, kemelaratan dan
kemiskinan. Semua yang difikirkan akan menarik hal yang sama dengan apa
yang difikirkan. Keburukan menarik keburukan dan kebaikan menarik
kebaikan pula.
Tidak
mudah mengendalikan fikiran untuk selalu memancarkan gelombang positip.
Konon kabarnya fikiran selalu bergerak dan berubah sebanyak 60.000 kali
dalam sehari-semalam. Fikiran tidak pernah diam, ia selalu bergerak
berubah setiap saat, bahkan ketika kita tidur fikiran tetap bekerja, ia
tidak pernah diam. Bagaimana mungkin kita mengedalikannya agar tetap
berfikir pada hal yang positip? Kita hanya bisa mengetahui
bahwa fikiran kita sedang memancarkan gelombang positip atau negatif
dari perasaan kita. Ketika kita sedang merasa kecewa, jengkel, sedih,
cemas, tertekan itulah saatnya fikiran memancarkan gelombang negatif
yang tentunya akan menghadirkan kejadian negatif pula dalam hidup kita.
Ketika kita merasa nyaman, bahagia, tentram, sejahtera, hidup
berkelimpahan itulah saatnya fikiran kita memancarkan gelombang positip
yang tentunya akan menghadirkan kejadian positip pula dalam kehidupan
kita.
Untuk
mendapatkan fikiran dan perasaan positip banyak cara dilakukan antara
lain dengan latihan meditasi, relaksasi, hipnoterapi, yoga, terapi music
dan lain lain. Shalat dengan khusuk dan benar adalah salah satu cara
untuk mengendalikan fikiran dan perasaan untuk tetap memacarkan gelombang
positip. Kondisi ini bisa dicapai jika orang yang shalat fokus pada
bacaan yang dibaca dalam shalat. Fikiran dan perasaan dikendalikan oleh
ayat atau kalimat yang diucapkan dalam shalat, tidak melantur dan melayang kemana
kemana. Untuk itu tentu orang yang shalat tersebut harus hafal dan
mengerti bacaan dan ayat yang dibacanya dalam shalat tersebut.
Gerakan shalat
Banyak
orang yang melakukan gerakan shalat dengan asal asalan. Berdiri,
rukuk,sujud semua dilakukan dengan tergesa gesa karena ingin cepat
selesai dari shalatnya. Rukuk asal rukuk, sujud demikian pula. Bacaan
shalat dibaca dengan cepat, fikiran melayang tak tentu arah tidak
mengikuti apa yang dibaca. Gerakan shalat jika dilakukan dengan benar
dan tu’maninah sangat bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Memperbaiki
persendian dan melancarkan aliran darah diseluruh tubuh. Penelitian
menunjukan bahwa gerakan shalat yang tepat dan benar, mirip dengan senam
yoga. Pada saat rukuk dengan posisi 90 derajat ruas- ruas tulang
punggung akan tertarik dan lebih panjang daripada ketika posisi berdiri.
Sambungan tulang punggung jadi fleksibel mudah mudahan terpelihara dari
penyakit pengapuran tulang punggung. Ketika sujud juga konon ada bagian
penting diotak yang hanya bisa dialiri darah ketika dalam posisi sujud.
Ini bisa meningkatkan kecerdasan dan kinerja otak. Gerakan shalat yang
dilakukan dengan perlahan dan tu’maninah akan menimbulkan perasaan
relaks, nyaman dan tentram pada hati dan fikiran.
Pengaturan nafas dalam shalat
Umumnya
manusia dalam keadaan sehari hari hanya menggunakan kurang dari 20 %
kapasitas paru parunya untuk bernafas. Nafasnya pendek, tidak dalam dan
panjang, sehingga sebagian besar kapasitas paru parunya tidak terpakai.
Didalam paru paru yang tidak terpakai terdapat udara basi. Dimana satu
ketika ia pernah menarik nafas panjang kemudian pengeluaran udara tidak
dilakukan sampai tuntas udara yang tersisa merupakan udara basi didalam
paru paru. Dalam jangka panjang bagian paru paru yang tidak terpakai itu
akan mengalami kerusakan. Orang yang selalu berolah raga, terutama olah
raga pernafasan seperti Taichi, Waitankung, Yoga, Satria Nusantara , Mahatma, Silat tenaga dalam, dan lain lain Insya Allah paru parunya tetap sehat
Untuk meningkatkan konsentrasi dan mencegah kita dari ketergesaan
dalam shalat perlu dilakukan pengaturan nafas dalam shalat. Pengaturan
nafas ini hanya salah satu cara pengendalian diri, bukan termasuk rukun
shalat. Ketika takbiratul Ihram angkat tangan sejajar telinga sambil
menarik nafas hingga memenuhi paru paru, kemudian turunkan kedua tangan
keatas dada sambil menghembuskan nafas perlahan lahan sampai udara
diparu paru kosong. Selanjutnya tarik nafas perlahan lahan hingga penuh
kemudian hembuskan perlahan lahan sambil membaca do’a
iftitah. Jika nafas sudah habis sebelum pembacaan do’a iftitah selesai,
tarik lagi hingga memenuhi rongga paru paru kemudian hembuskan nafas
perlahan lahan sambil melanjutkan bacaan do’a iftitah yang belum selesai tersebut. Demikian seterusnya, hingga selesai shalat. Gerakan
shalat yang betul dan diikuti dengan pengaturan nafas yang baik akan
meningkatkan metabolisme tubuh,dan kadar oxigen dalam darah . Efek
nyatanya selama mengerjakan shalat bahkan setelah selesai shalat badan terasa lebih segar.
Praktek shalat khusuk
Berikut ini saya sampaikan
beberapa cara dan langkah untuk mendapatkan shalat yang khusuk dan
benar sehingga didapat shalat yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan Al Qur’an.
- Siapkan hati dan fikiran untuk mengerjakan shalat, misalnya shalat Dhuhur, Asar atau Maghrib.
- Ambil wuduk untuk bersuci dari hadas kecil
- Persiapan segala sesuatu untuk melakukan shalat, ruangan, kondisi dan lain sebagainya.
- Berdiri
tegak menghadap kiblat, kedua kaki agak diregangkan. Rasakan bahwa
anda saat ini sedang berhadapan dengan Allah penguasa tertinggi
dialam semesta. Bersikaplah tawadhu dihadapan Dia yang berkuasa
penuh diseluruh jagat raya.
- Takbiratul ihram
Ucapkan
takbiratul Ihram sambil mengangkat kedua belah tangan sejajar telinga
dan menarik nafas perlahan lahan hingga memenuhi ruang paru paru.
Selanjutnya turunkan kedua belah tangan keatas dada sambil menghembuskan
nafas perlahan lahan hingga paru paru kosong sempurna.. Letakan tangan
kanan diatas tangan kiri diatas dada.
- Do’a Iftitah
Selanjutnya
tarik nafas kembali perlahan lahan hingga memenuhi ruang paru paru,
hembuskan perlahan lahan sambil membaca do’a iftitah:
”Allahu Akbar kabiro, walhamdulilaahi katsiiro, wa subhanallahi bukhrataw wa ’ashiila . Allah maha besar yang maha sempurna kebesarannya, segala punji bagi Allah sebanyak banyaknya, dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang hari ” Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fathorosshamaawaati wal ardho haniifan muslimaw wama ana minal musyrikiin Sesungguhnya aku hadapkan hati dan fikiranku kepada yang menjadikan langit dan bumi , dengan lurus (ber-sungguh-sungguh) dan berserah diri , dan aku bukanlah termasuk orang yang mempersekutukanNya . Innas
sholaati, wanusuki, wamahyaya, wama maati lillahi rabbil ’alamiin. Laa
syariikalahuu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimin. Sesungguhnya
shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya bagi Allah Tuhan sekalian
alam, Tiada sekutu bagiNya, dengan demikianlah aku diperintahkan, dan
aku adalah orang yang berserah diri (muslim) .”
Jika nafas yang dihembuskan perlahan sudah habis sedang bacaan iftitah belum selesai, maka tarik kembali nafas hingga memenuhi paru paru, kemudian hembuskan perlahan sambil melanjutkan bacaan yang belum selesai,demikian seterusnya. Konsentrasikan hati dan fikiran pada bacaan berikut maknanya. Mulut membaca do’a iftitah, fikiran menyebut terjemahannya, hati merasakan maksud kalimat yang dibaca. Rasakan kalimat yang dibaca dengan segenap perasaan dan penuh kekhusukan. Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan do’a iftitah tersebut.
- Bacaan Al-fatihah
Selanjutnya
tarik nafas perlahan lahan hingga memenuhi ruang paru paru, hembuskan
perlahan lahan sambil membaca surat Al Fatihah. Konsentrasikan fikiran
dan perasaan pada bacaan Al Fatihah tersebut. Ucapkan dengan lisan,
terjemahkan dengan fikiran, pahami dengan hati. Rasakan setiap ayat yang dibaca, ikuti dengan visualisasi. Baca surat Al Fatihah tersebut dengan tartil dan perlahan lahan.
Ketika membaca Bismillahirrohmanirahiim ……bayangkan dan rasakan betapa rasa kasih sayang Allah pada kita semua.
Ketika membaca Alhamdulillahir robbil alamiin…. bayangkan betapa maha terpujinya Allah penguasa alam semesta.
Ketika membaca Arohmaanirrohiim bayangkan sifat kasih sayang Allah yang meliputi alam semesta.
Ketika membaca
Maalikiyau middin ….bayangkan keadaan dihari berbangkit kelak , ketika
kita dikumpulkan dipadang mahsyar yang kering dan tandus. Dihari yang
tiada tempat bernaung selain naunganNya, dihari yang tidak ada tempat
berlindung selain lindunganNya . Dialah penguasa tunggal dihari itu.
Ketika membaca Iyya kana’budu wa iyyaka nasta’in tanamkan dalam hati bahwa hanya Dialah yang disembah, dan hanya kepadaNya tempat mohon pertolongan.
Ketika membaca
Ihdinas shiroothol mustaqiim bayangkan jalan yang lurus, jalan yang
penuh rahmat dan berkahNya. Ketika membaca Shirothol ladziina an amta
alaihim, ghoiril maghdu bi alaihim , waldhoolliin ….bayangkan yang
dimaksud jalan yang lurus adalah jalan yang ditempuh oleh orang yang
telah mendapat rahmat dan nikmat dariNya , bukan jalan orang yang
dimurkai dan bukan pula jalan orang yang sesat.
Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan Alfatihah.
- Bacaan surat dan ayat pilihan setelah Alfatihah
Setelah selesai membaca Alfatihah tarik nafas hingga memenuhi ruang paru paru. Hembuskan nafas perlahan lahan sambil membaca ayat
atau surat pilihan. Untuk menambah kekhusuan ayat pilihan bisa
disesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang sedang mempengaruhi kita.
Misalnya menghadapi musibah dan cobaan baca surat al Ankabut 1 s/d 5.
Atau Al baqarah 153-157. Untuk membangkitkan semangat perjuangan dan mendapatkan karir yang lebih baik, baca
surat Ali Imran 26-27, An Nur 55-56 atau Al Fath 1-4. Mengenang
kehidupan akhirat baca surat al Waqi’ah, surat Al Zalzalah dan Al
Qori’ah, Tentu saja ayat atau surat yang dibaca sudah dihafal berikut terjemahannya, demikian seterusnya. Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan ayat pilihan tersebut.
- Rukuk
Tarik nafas perlahan lahan sambil rukuk dan membaca takbir. Selama ruku baca kalimat tasbih ” subhanarabbiyal adzim ….Maha suci Allah yang maha besar ”
. Selama ruku dan membaca tasbih nafas dihembuskan perlahan lahan .
Punggung dan pinggang membentuk sudut 90 derajat, tangan bertumpu pada
lutut. Rasakan suasana relaks dan nyaman selama rukuk. Hembusan nafas
berakhir bersamaan dengan selesainya bacaan tasbih.
- I’tidal
Tarik nafas perlahan lahan sambil berdiri dan mengucapkan kalimat ” Samiallahu liman hamidah…. telah mendengar Allah akan orang yang memujiNya. ”. Kedua belah tangan diangkat sampai sejajar telinga. Selanjutnya
turunkan kedua belah tangan kesamping kiri dan kanan sambil
menghembuskan nafas perlahan-lahan. Berdiri tegak dengan kedua belah
tangan disamping kiri dan kanan, tarik nafas perlahan lahan hingga
memenuhi paru paru, kemudian hembuskan dengan perlahan lahan sambil
membaca : ”Robbana lakal hamdu,
milussamawaati wamil ul ardhi, wamil umaasyi’ta, min syai’in
ba’du…..Wahai Tuhan kami segala puji bagiMu sepenuh langit dan bumi,dan
sepenuh barang yang Engkau kehendaki sesudah itu”.
Puji Allah dengan tulus dan ikhlas, rasakan suasana relaks dan nyaman.
Hadapkan hati dan fikiran seluruhnya kepada Allah penguasa alam semesta
dengan ikhlas dan tawadhu. Hembusan nafas berakhir bersamaan dengan
berakhirnya bacaan do’a .
- Sujud pertama
Tarik
nafas perlahan lahan sambil turun untuk sujud dan mengucapkan kalimat
takbir ”Allahu akbar”. Selama sujud hembuskan nafas perlahan lahan sambil membaca kalimat tasbih : ”Subhana rabbiyal a’la …..Mahasuci Allah yang maha tinggi ”
sebanyak yang bisa dibaca. Hembusan nafas berakhir bersamaan dengan
berakhirnya kalimat tasbih.Ucapkan kalimat tasbih dengan tulus dan
ikhlas, rasakan suasana relaks dan pasrah kepadaNya. Hembusan nafas
berakhir bersamaan dengan berakhirnya ucapan tasbih. Lama sujud
tergantung kekuatan nafas dan jumlah kalimat tasbih yang dapat
diucapkan. Rasakan suasana yang betul betul relaks dan pasrah padaNya.
- Duduk Iftirash
Tarik nafas perlahan lahan sambil duduk dari sujud dengan mengucapkan kalimat takbir. Ketika duduk Iftirash hembuskan nafas perlahan lahan sambil membaca do’a :”
Robighfirli, warhamni, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii,
wa’afinii, wa’fu’annii …….Ya Tuhanku , ampuni aku, rahmati aku, tutupi
nkeburukanku, angkat derajatku, beri aku rezeki, beri aku petunjuk,
sehatkan aku, ma’afkan aku…”. Ucapkan do’a dengan sungguh sunguh, ikuti dengan ikhlas dan penuh perasaan,
jangan tergesa gesa. Nikmati kata demi kata dalam do’a ini, rasakan
getaran dari setiap kalimat do’a yang diucapkan. Ini adalah do’a untuk
kehidupan yang ideal. Jika Allah mengabulkan do”a ini anda tidak akan
menderita, gelisah, tertekan, bingung, dan hidup dalam kemiskinan dan
kekurangan. Anda akan mendapat ampunan, rahmat dan berkah,
ditutupi keburukannya, diangkat derajatnya, mendapat bimbingan dalam
menghadapi berbagai masalah, diberi badan yang sehat, dan ma’af dari
Allah. Usahakan hembusan nafas berakhir bersamaan dengan berakhirnya
bacaan do’a.
- Sujud kedua
Tarik
nafas perlahan lahan sambil sujud dan mengucapkan kalimat takbir.
Selama sujud hembuskan nafas perlahan lahan sambil membaca kalimat
tasbih : Subhana rabbiyal a’la …..Maha suci Allah yang maha tinggi” . Lakukan seperti pada butir 11. Setelah
selesai , lanjutkan ke rakaat kedua. Tarik nafas perlahan lahan sambil
berdiri dan mengucapkan kalimat takbir untuk melanjutkan kerakaat kedua.
- Duduk tahiyyat
Pada
duduk tahiyat awal sambil menghembuskan nafas perlahan lahan baca do’a :
Attahiyatul mubaarokatus shalawatut thoyyibatulillaah. Assalamu alaika ayyuhanabiyyu warahmatullahi wabarakatuhu, Segala
kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah, salam
rahmat dan berkahNya kupanjatkan padamu wahai nabi Muhammad…….. assalamualaina wa ala ibadillahisshoolihiin , Asyhaduallaa ilaaha illallahu wa assyhadu anna muhammadarrasuulullah, Allahhumma sholli ala muhammad wa ala aali muhammad…..Salam
kesalamatan semoga tetap bagi kami seluruh hamba hambaNya yang saleh.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah , dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah utusan Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad
dan juga kepada keluarga nabi Muhammad ” . Pada tahiyyat akhir ditambahkan kalimat :….kama sholaita ala ibrahiim wa ala aali ibraahim , wa barik ala aali Muhammad wa aala ali Muhammad, Kama barakta ala aali Ibrahiim wa ala aali Ibrahiim fil alamiina innaka hamiidun maajiid….Sebagaiman
Engkau pernah memberi rahmat kepada keluarga nabi Ibrahim, Berikanlah
keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah
nmemberi keberkahan kepada Nabi Ibrahiim dan keluarga nya. Diseluruh
alam semesta Engkaulah yang maha terpuji dan maha mulia ” .
Jika hembusan nafas berakhir sebelum bacaan do’a selesai, tarik lagi
nafas baru dan lanjutkan bacaan do’a sambil menghembuskan nafas perlahan
lahan. Setelah selesai ucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan kiri
nsebagai penutup seluruh kegioatan shalat.
- Seluruh kegiatan shalat dilakukan dengan tenang, relaks dan tidak tergesa gesa. Resapi dan hayati setiap kalimat yang diucapkan dalam shalat. Insya Allah anda akan merasakan kenikmatan langsung dalam shalat ini. Jika gerakan shalat dan pengaturan nafas anda lakukan dengan betul, anda akan merasakan hawa hangat dan nyaman diseluruh tubuh. Badan terasa lebih segar selama shalat dan sesudah melakukan shalat. Jika anda mengidap tekanan darah tinggi, insya Allah shalat seperti ini akan menurunkan tekanan darah anda.
Efek nyata shalat khusuk dalam kehidupan sehari hari
Shalat
yang dilakukan dengan benar dan khusuk akan menimbulkan efek yang nyata
dalam kehidupan sehari hari. Beberapa indikator yang dapat anda rasakan
dalam kehidupan sehari hari sebagai hasil dari shalat yang benar dan khusuk antara lain :
- Badan terasa lebih segar dan relaks selama dan sesudah mengerjakan shalat
- Anda bisa merasakan suatu perasan nikmat dan asyik ketika mengerjakan shalat, hati dan fikiran terasa relaks dan focus pada kalimat yang dibaca. Adakalanya perasaan anda terbawa hanyut oleh ayat yang dibaca hingga badan bergetar dan kadang kala anda menangis karena merasakan kedahysatan Allah , kasih sayang dan azab -Nya..
- Hati dan fikiran selalu merasa bahagia, nyaman, tentram, optimis dalam menjalankan kehidupan jauh dari perasaan sedih, duka, cemas, takut , putus asa, tertekan dan stress berkepanjangan.
- Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cobaan dan tekanan hidup. Berbagai musibah dan kesulitan yang menghadang tidak menyebabkan nya patah semangat dan berputus asa.
- Terpelihara dari melakukan perbuatan tercela dan perbuatan keji lainnya
- Memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi dalam menyelesaikan dan menghadapi berbagai masalah yang datang menghadang dalam kehidupan sehari hari.
- Tidak takut menghadapi ancaman dari manapun, ia hanya tunduk dan takut pada Allah Subhanahu wataala.
Jika
anda belum melaksanakan shalat dengan benar dan khusuk, anda akan
mendapatkan efek yang berlawanan dari hal yang telah disebutkan diatas.
Beberapa indikator yang bisa anda amati dan rasakan jika anda belum
melakukan shalat dengan benar dan khusuk antara lain sebagai berikut.
- Shalat terasa sebagai beban dan dirasakan sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Selama mengerjakan shalat fikiran melayang kemana mana . dan ada keinginan untuk segera selesai dari mengerjakan shalat
- Shalat tidak meninggalkan bekas yang nyata dalam kehidupan sehari hari. Hati dan fikiran sering dirongrong perasaan gelisah, sedih, cemas, kecewa, putus asa, tertekan dan stres berkepanjangan.
- Daya tahan terhadap cobaan dan tekanan hidup sangat lemah, mudah panik dan putus asa. Sehingga sering tergiur untuk mencari pertolongan alternatif seperti paranormal, dukun, ajimat dan perbuatan musyrik lainnya.
- Kecerdasan spiritual lemah sehingga mudah tergiur untuk melakukan perbuatan tercela dan keji lainnya demi mendapatkan apa yang diinginkan.
- Sangat takut terhadap acaman manusia dan lain sebagainya, rasa takut tersebut mengalahkan rasa takutnya pada Allah, hingga mudah tergelincir pada perbuatan tercela dan perbuatan musyrik lainnya.
Demikianlah,
mari kita tingkatkan mutu shalat kita masing masing, dengan berusaha
untuk mengerti dan memahami setiap ayat atau kalimat yang kita ucapkan dalam shalat kita sehari hari. Perhatikan perubahan yang terjadi setelah anda bisa melaksanakan shalat dengan benar dan khusuk.
Senin, 27 Agustus 2012
Tips Mendirikan Shalat Tahajjud
- Coba aktifkan alarm tubuh kita ketika hendak tidur, misalnya dengan berdoa “ya Alllah hamba mohon dibangunkan jam 02.00 untuk sholat tahajud” . pengaktifan ini akan dicatat oleh tubuh kita dan insya Allah kita akan terbangun tepat jam 02.00, mekanisme ini sering disebut dengan pengkatifan jam biologis.
- Tidak ada satu tindakan yang tanpa niat yang kuat, untuk itu kuatkan niat dengan niat yang ihlas dan tulus kepada Allah, bukan karena pahala ataupun agar keinginan kita terkabulkan (meski hal itu tidak dilarang). ihlas yang tulus karena Allah akan mendatangkan daya yang besar. sehingga tubuh pun juga akan merespon nya misalnya hilang rasa kantuk, dorongan yang kuat untuk sholat tahajud dan terutama adalah munculnya kekkhusuan dalam sholat.
- Setelah terbangun segera dan sesecapat mungkin untuk ambil air wudlu jangan melamun atau melakukan hal lainnya… sebaiknya langsung wudlu dan sholat 2 rekaat pembukaan
- Selama sholat kuatkan iman kita untuk mengingat Allah bahwa sholat ini kita menghadap Allah dan tulus karena Allah. satukan dengan keheningan malam seolah olah hanya ada aku dan Allah saja. dalam sholat pujilah Allah, takbirkan Allah, sujudlah di depan Allah, rukuklah di depan Allah, berdoalah di depan Allah. Terakhir serahkan semua urusan dan keinginan kepada Allah.
http://solospiritislam.com
Minggu, 26 Agustus 2012
TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH
Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim Dan dari Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat shubuh dan isya, dan andaikan mereka mengetahui pahalanya tentu mereka akan medatanginya meskipun dengan merangkak-rangkak.(HR. Bukhari, Muslim)
“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.
TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :
- Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
- Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
- Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali
- Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh
- Carilah kawan yang baik (shalih)
- Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)
- Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
- Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
- Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu)
- Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga
Sabtu, 25 Agustus 2012
Keutamaan & Manfaat Shalat Subuh
Ikhwahfillah, sudah terlalu banyak tulisan dan ceramah agama yang menjelaskan tentang keutamaan shalat berjamaah, baik di media cetak, media massa atau mimbar-mimbar masjid. Tetapi mengkaji ilmu Allah yang maha luas tidak cukup hanya sekali dua kali, sudah menjadi fitrah manusia untuk lupa terhadap sesuatu, meski sudah sering didengar. Maka dari itu kita mesti saling mengingatkan kepada sesama saudara.
Perintah Melaksanakan Shalat Subuh
Beberapa ayat dan hadits yang berkaitan dengan perintah melaksanakan shalat subuh:
1. Al Israa ayat 78 Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. Al Israa : 78)
2. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim Dan dari Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik daripada shalat shubuh dan isya, dan andaikan mereka mengetahui pahalanya tentu mereka akan medatanginya meskipun dengan merangkak-rangkak.(HR. Bukhari, Muslim)
3. Hadits Riwayat Muslim dan Tarmidzi Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat Isya dengan berjamaah maka seakan-akan ia mengerjakan shalat setengah malam, dan barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh berjama’ah maka seolah-olah ia mengerjakan shalat semalam penuh. (HR. Muslim dan Turmudzi dari Utsman RA).
4. Hadits Riwayat Bukhari “Barang siapa yang solat dua waktu yang dingin, maka akan masuk syurga.” (Hadis riwayat Bukhari).
5. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Baginda berkata, “Sungguh kamu akan melihat Rabb (Allah), sebagaimana kamu melihat bulan yang tidak terhalang dalam memandangnya. Apabila kamu mampu, janganlah kamu menyerah dalam melakukan solat sebelum terbit matahari dan solat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Shalat Subuh
Sholat subuh merupakan ibadah yang bagi sebagian orang terasa berat untuk dilakukan di awal waktu. Mereka terbuai oleh nikmatnya tidur. Sadar atau tidak sadar rutinitas kehidupan manusia menjadi siklus kantuk, tidur, bangun, dan beraktivitas.
Sebuah sunnatullah yang telah dilekatkan pada penciptaan manusia. ”Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. ” (QS An-Naba’ [78]: 9).
Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Adzan untuk panggilan sholat Subuh agak berbeda. Ada tambahan ucapan ashsholatu khoirumminan naum sebanyak dua kali yang artinya sholat lebih baik daripada tidur. Ini menandakan betapa istimewanya shalat pada waktu ini. Seorang Muslim bila dibiarkan begitu saja (tertidur), akan memilih untuk merehatkan dirinya sampai terjaga hingga terbit matahari dan meninggalkan solat Subuh, atau mengerjakan sholat Subuh tidak pada waktunya yang benar.
Salah satu keutamaan shubuh adalah Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan solat Subuh, sebagaimana sebutkan dalam hadist: “Ya Allah, berkatilah umatku selama mereka suka bangun subuh (yaitu mengerjakannya).” (Hadis riwayat Tarmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).
Bahkan, Allah Azza WaJalla berfirman: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keredaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling daripada mereka kerana mengharapkan perhiasan duniawi, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya sudah Kami lalaikan daripada mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.” (Surah al-Kahfi, ayat 28)
Keutamaan solat Shubuh diberikan ganjaran pahala melebihi keindahan dunia dan seisinya, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam at-Termizi: “Dari Aisyah telah bersabda Rasulullah SAW, dua rakaat solat Fajar pahalanya lebih indah daripada dunia dan seisinya.”
Begitulah keistimewaan solat Subuh. Apakah yang menghalang kita untuk menyingkap selimut dan mengakhiri tidur untuk melakukan solat Subuh?
Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengenai manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.
Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat “ash shalatu khairun minan naum”? Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain. Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat itu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang.
Shalat Subuh Bagi Kesehatan Manusia
Sejak lama banyak orang yang mempertanyakan kenapa kita diharuskan bangun pada pagi buta untuk melaksakan shalat subuh. Selain untuk melaksanakan kewajiban sebagai hamba yang beriman, adakah manfaat lain yang bisa diambil oleh manusia. Ketika Allah menurunkan sebuah perintah akan sesuatu, kadang kita memang tidak mengerti manfaat dibalik itu semua, hingga kita mencarinya sendiri. Sebab ilmu pengetahuan manusia tidak dapat mencapai hakikat penciptaan Allah seluruhnya.
Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.
Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.
Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sama lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.
Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat “ash shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur?
Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diselidikinya (dikerok). Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin. Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”.
Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida. Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.
Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga. Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.
Jadi kalau kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.
Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus. Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.
Keilmuan modern telah mengukuhkan tentang keberadaan gas O3 (ozon), yang mengandung prosentase oksigen yang tinggi dan dapat mencapai puncak reaksinya pada waktu shalat Subuh, lalu berkurang secara bertahap hingga terbit matahari.
Sebenarnya, fakta ini tidak membutuhkan suatu penemuan ataupun pengokohan, karena Anda sendiri bisa mudah mengamati kebersihan dan kesegaran udara pada waktu shalat Subuh dibandingkan dengan waktu siang hari.
Udara pada waktu Subuh masih bersih dan belum tercemari kebersihan dan kesegarannya dengan apapun. Udara ini dapat menyegarkan hati, menguatkan paru-paru, memperbarui sel-sel yang mati, menyuplai tubuh dengan oksigen, mengeluarkan karbon dioksida, membersihkan darah dari kotoran-kotoran, memperbaiki kinerja organ-organ tubuh, merenggangkan urat-urat syaraf, menyembuhkan berbagai penyakit syaraf, rheumatik, dan asma.
Penutup
Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.
Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.
Ya akhi wa ukhti fillah, tidak ada manusia yang sempurna dan lepas dari kesalahan, tetapi itu semua bukan sebuah alasan untuk kita tidak menjadi baik. Semoga Allah Azza WaJalla me-ridhoi semua proses yang ingin dan sedang kita jalankan ini. Wallahualam Bishowab.
Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien.
Narasumber : Dari Milist Rahasia Shalat Subuh Oleh Redha Herdianto, dan
Dari Milist Manfaat Shalat Subuh Oleh : Dr. dr. Barita Sitompul SpJP
http://ivandrio.wordpress.com/2011/05/18/keutamaan-manfaat-shalat-subuh/
Tata Cara Dan Niat Shalat Qashar Jamak
Pengertian, Lafazh Niat dan Cara Shalat Qashar Jamak Taqdim dan Ta’khir
Yang dimaksud dengan qashar jamak yaitu mengumpulkan 2 shalat fardhu dalam satu waktu, sekaligus meringkasnya menjad 2 rakaat untuk shalat yang umlah rakaatnya 4. Sedangkan shalat maghrib bisa dijamak tetapi tidak bisa diringkas atau diqashar.Cara melaksanakan shalat qashar jamak zhuhur dan ashar
1. Shalat qashar jamak taqdim.
a. Waktu pelaksanaannya pada waktu zhuhur.
b.Pertama-tama, melaksanakan sahalat zhuhur 2 rakaat dengan niat
USHALLII FARDHAZH ZHUHRI RAK’ATAINI QASHRAN MAJMUU’AN ILAIHIL ‘ASHRU ADAA’AN LILLAAH1 TA’AALAA.
Artinya: “Aku (niat) shalat fardhu zhuhur 2 rakaat, qashar, dengan menjamak ashar kepadanya, karena Allah Ta’ala.”
Jika tidak mampu memakai bahasa Arab bisa dengan bahasa terjemah dan tentunya dibaca didalam hati.
c. Setelah salam, shalat zhuhur selesai kemudian kumandangkan iqamah.
d. Setelah iqamah dilanjutkan dengan melaksanakan shalat ashar 2 rakaat, dengan niat:
USHALLII FARDHAL ‘ASHRI RAK’ATAINI QASHRAN MAJMUU’AN ILAZH ZHUHRI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya : “Aku (niat) shalatfardhuashar2 rakaat, qashar, dengan menjamaknya kepada zhuhur, karena Allah Ta’ala.”
e. Setelah shalat ashar selesai, berarti pelaksanaan shalat qashar-jamak taqdim zhuhur dengan ashar ini pun selesai. Dan jika masuk waktu ashar, tidak wajib melaksanakan shalat ashar lagi.
2. Shalat qashar jamak taqdim: maghrib dengan isya.
a. Waktu pelaksanaannya pada waktu maghrib.
b. Pertama, melaksanakan shalat maghrib 3 rakaat (shalat maghrib tidak diqashar), dengan niat:
USHALLII FARDHAL MAGHRIB TSAL AATS A RAKA’ A ATIN MAJMUU’AN ILAIHIL ‘ISYAA’U ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya : (di dalam hati pada saat takbiratul ihram!)
“Aku (niat) shalatfardhu maghrib 3 rakaat, dengan menjamak isya kepadanya, karena Aliah Ta’ala.”
c. Setelah shalat maghrib selesai, yaitu setelah salam, kemudian iqamah.
d. Setelah iqamah, dilanjutkan dengan mengerjakan shalat isya 2 rakaat dengan niat:
USHALLII FARDHAL ‘ISYAA’I RAK’ATAINI QASHRAN MAJMUU’AN ILAL MAGHRIBI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya : (di dalam hati pada saat takbiratul ihram!)
“Aku (niat) shalatfardhu isya 2 rakaat, qashar, dengan menjamaknya kepada maghrib, karena Allah Ta’ala.”
e. Setelah shalat isya selesai, maka selesai pulalah pelaksanaan shalat qashar-jamak taqdim maghrib dengan isya. Dan pada saat waktu isya tiba, ia tak perlu shalat isya lagi.
3. Shalat qashar jamak ta’khir: zhuhur dengan ashar.
a. Waktu pelaksanaannya pada waktu ashar.
b. Pada saat waktu shalat zhuhur tiba, orang yang ingin melakukan qashar jamak ta’khir zhuhur wajib berniat akan melaksanakan shalat zhuhur tersebut pada waktu ashar.
c. Shalat yang pertama kali dilakukan boleh dipilih, shalat ashar lebih dahulu atau shalat zhuhur.
d. Jika shalat ashar dahulu maka dikerjakan 2 rakaat, dengan niat:
USHALLII FARDHAL ‘ASHRI RAK’ATAINI QASHRAN MAJMUU’AN ILAIHIZH ZHUHRU ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya : “Aku (niat) shalatfardhu ashar2 rakaat, qashar, dengan menjamak zhuhur kepadanya, karena Allah T a’ ala”.
Tentunya niat ini dibaca didalam hati. Setelah shalat ashar selesai, boleh langsung dilanjutkan dengan shalat berikutnya, boleh juga diselingi dengan shalat sunat rawatib atau perbuatan lain (jadi tak ada keharusan untuk menyambungnya dengan shalat berikutnya). Jika hendak dilanjutkan dengan shalat berikutnya, maka dilakukan iqamah dan disambung dengan mengerjakan shalat zhuhur 2 rakaat, dengan niat:
USHALLII FARDHAZH ZHUHRI RAK’ATAINI QASHRAN MAJMUU’AN ELAL’ASHRI ADAA’ANLILLAAHITA’AALAA. Artinya : (di dalam hati pada saat takbiratul ihram!) “Aku (niat) shalat fardhu zhuhur 2 rakaat, aashar, dengan menjamaknya kepada ashar, karena Allah T a’ ala.”
a. Waktu pelaksanaannya pada waktu isya.
b. Pada saat waktu shalat maghrib tiba, orang yang ingin melakukan shalat qashar jamak ta’khir maghrib isya, wajib berniat akan melaksanakan shalat maghrib tersebut pada waktu isya.
c. Shalat yang pertama kali dikerjakan boleh dipilih, shalat isya lebih dahulu atau shalat maghrib.
d. Jika shalat isya dahulu, maka dikerjakan 2 rakaat dengan niat:
USHALLII FARDHAL ‘ISYAA’I RAK’ATAINI QASHRAN MAJMUU’AN ILAIHIL MAGHRIBU ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya : (di dalam hati pada saat takbiratul ihram) “Aku (niat) shalat fardhu isya 2 rakaat, qashar, dengan menjamak maghrib kepadanya, karena Allah T a’ ala.”
e. Setelah shalat isya selesai, boleh langsung dilanjutkan dengan shalat maghrib atau diselingi dengan shalat sunat, dzikir atau perbuatan lainnya. Jika akan dilanjutkan dengan shalat maghrib, maka dikerjakan 3 rakaat (seperti biasa), niatnya :
USHALLII FARDHAL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA’A A-TIN MAJMUU’AN ILAL ‘ISYAA’I ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya : “Aku (niat) shalat fardhu maghrib 3 rakaat, dengan menjamaknya kepada isya, karena Allah ‘Ta’ala”.
sumber : http://adehumaidi.com/pendidikan/tata-cara-dan-niat-shalat-qashar-jamak
Jumat, 24 Agustus 2012
KEAJAIBAN SHALAT SUBUH
SEORANG penguasa Yahudi berkata: “Kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan salat subuh seperti melaksanakan salat Jum’at.” (Buku Misteri Salat Subuh oleh Dr Raghib As-Sirjani). “Sungguh masjid-masjid di seluruh penjuru dunia ini merintih pedih dan mengeluh kepada Allah karena dijauhi oleh mayoritas kaum muslimin ketika salat subuh tengah dilaksanakan. Kalau bukan karena ketentuan Allah bahwa benda-benda mati itu tidak bisa bicara, tentu manusia dapat mendengar suara rintihan dan gemuruh tangis masjid-masjid itu mengadu kepada Rabbnya Yang Agung”. (Buku Keajaiban Salat Subuh oleh Dr. Imad Ali Abdus Sami Husain).
Dibalik pelaksanaan salat subuh, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan salat subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, para sahabat Nabi SAW berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah suatu ketika mereka terlambat salat subuh dalam penaklukkan Benteng Tsatar. “Tragedi” ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya.
Menurut sejarah, kejayaan lahir dan batin umat Islam zaman dahulu karena mereka yang melaksanakan salat subuh seperti yang ditakutkan oleh penguasa Yahudi di atas yaitu jemaahnya sama seperti salat Jum’at. Pada zaman salafus sholih, masjid-masjid selalu penuh sesak dengan orang-orang yang menunaikan salat subuh seperti tidak ada bedanya dengan saat mereka menunaikan salat Jum’at. Keadaan ini masih terlihat di tanah suci Makkah dan Madinah saat ini. Pantaslah di sana kehidupan masyarakatnya makmur, relatif aman dan harga kebutuhan hidup stabil sejak puluhan tahun yang silam. Misalnya harga telur, apel, ayam, pisang dan udang tetap tidak berubah sama dengan saat ini.
Saking sayangnya Rasulullah SAW kepada pengikutnya, sampai beliau berdoa: “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh”. Dan dalam hadis lain beliau menjamin bila orang senang bangun subuh maka rezeki dan hidupnya akan berkah seperti sabda Rasulullah SAW: “Berpagi – pagilah kamu mencari segala keperluan atau hajat, karena sesungguhnya diwaktu pagi itulah terdapat berkah”.
Kenapa maka salat subuh itu memperoleh perhatian utama? Sebab Allah SWT sendiri telah menegaskannya dalam Al Quran: “Dan (dirikanlah pula salat subuh). Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”. ( Al Isra (17) ayat 78 ).
Salat subuh memang merupakan tolok ukur keimanan seseorang. Jika ada seorang mukmin-walaupun ia jago puasa, tilawah Al Quran, berzikir atau bahkan ia seorang Dai sekalipun, namun ia masih merasa berat untuk bangun menghadiri salat subuh berjemaah di masjid, maka ia harus banyak bermuhasabah, jangan-jangan ia termasuk dalam katagori sabda Rasulullah SAW : “Salat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah salat Isya dan salat subuh” (HR.Ahmad), demikian antara lain komentar Dr Imad Ali Abdus Sami Husain dalam bukunya “Keajaiban Salat Subuh”. Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Raghib As-Sirjani, seperti dikatakannya: “Seorang dai yang tidak menjaga salat subuh dalam berjemaah, tetapi dia berbicara dan berceramah dalam sebuah majelis tentang tegaknya agama Allah dimuka bumi, Naif !”.
Dasar statement kedua ulama dan penulis Timur Tengah di atas, sudah pasti peristiwa yang terjadi di zaman Rasulullah SAW. Sebab bila beliau meragukan keimanan seseorang maka Nabi SAW akan menelitinya pada saat salat subuh. Apabila beliau tidak mendapati orang tadi salat subuh, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati. Ubai bin Ka’ab berkata: “Rasulullah SAW pernah salat subuh, kemudian berkata, ‘Apakah kalian menyaksikan bahwa si Fulan salat?’ Mereka menjawab, ‘ Tidak ‘. Beliau berkata lagi , ‘ Si Fulan ? ‘. Mereka menjawab , ‘ Tidak ‘. Maka Nabi Mulia itu berkata: “Sesungguhnya dua salat ini (subuh dan Isya) adalah salat yang berat bagi orang-orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam salat subuh dan isya, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak. (HR. Ahmad dan An-Nasai). Ibnu Umar RA pun berkata: “Ketika kami tidak melihat seseorang dalam salat subuh atau isya, kami langsung berperasangka buruk kepadanya.” Dan ujar Imam Malik lagi : “Batas antara kita dengan orang-orang muanfik adalah menghadiri salat isya dan subuh, sebab orang-orang munafik tidak sanggup menghadiri kedua salat tersebut”.
Diceritakan satu ketika Rasulullah SAW salat subuh di masjid Nabawi. Begitu pulang beliau mendapati putrinya Siti Fatimah masih tidur. Maka beliau pun membalikklan tubuh Fatimah dengan kakiknya, kemudian berkata: “Hai Fatimah, bangun dan saksikanlah rezeki Robbmu, karena Allah SWT. membagi-bagi rezeki para hamba antara salat subuh dan terbitnya matahari”. ( HR.Baihaqi ).
Dilain waktu Rasulullah SAW usai memipin salat subuh, Beliau tidak melihat Ali bin Abi Thalib RA. Khawatir menantunya ini sakit, beliau langsung menuju rumahnya. Ketika bertemu dengan Siti Fatimah, mendapat penjelasan bahwa saking asyiknya Ali, suaminya beribadah malam, maka salat subuh dilakukan di rumah. Rasulullah SAW kemudian berkata kurang lebih: “Salat subuh yang dilakukan secara berjemaah (di masjid), lebih bagus daripada ibadah yang dilakukan seseorang sepanjang malam di rumah”.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang melaksanakan salat isya secara berjemaah , maka ia seperti salat malam separoh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan salat subuh secara berjemaah, maka ia seperti salat malam satu malam penuh”. Sehingga Ibnu Umar RA pun menegaskan: “Sungguh, aku bisa melaksanakan salat subuh secara berjemaah, itu lebih aku sukai daripada salat malam semalam suntuk”. Sudah pasti yang paling baik adalah istiqamah salat malam di rumah sesuai kemampuan dan ditutup dengan salat subuh secera berjemaah di masjid.. Wallahualam.
Sumber : Pontianak Pos
Dibalik pelaksanaan salat subuh, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan salat subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, para sahabat Nabi SAW berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah suatu ketika mereka terlambat salat subuh dalam penaklukkan Benteng Tsatar. “Tragedi” ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya.
Menurut sejarah, kejayaan lahir dan batin umat Islam zaman dahulu karena mereka yang melaksanakan salat subuh seperti yang ditakutkan oleh penguasa Yahudi di atas yaitu jemaahnya sama seperti salat Jum’at. Pada zaman salafus sholih, masjid-masjid selalu penuh sesak dengan orang-orang yang menunaikan salat subuh seperti tidak ada bedanya dengan saat mereka menunaikan salat Jum’at. Keadaan ini masih terlihat di tanah suci Makkah dan Madinah saat ini. Pantaslah di sana kehidupan masyarakatnya makmur, relatif aman dan harga kebutuhan hidup stabil sejak puluhan tahun yang silam. Misalnya harga telur, apel, ayam, pisang dan udang tetap tidak berubah sama dengan saat ini.
Saking sayangnya Rasulullah SAW kepada pengikutnya, sampai beliau berdoa: “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh”. Dan dalam hadis lain beliau menjamin bila orang senang bangun subuh maka rezeki dan hidupnya akan berkah seperti sabda Rasulullah SAW: “Berpagi – pagilah kamu mencari segala keperluan atau hajat, karena sesungguhnya diwaktu pagi itulah terdapat berkah”.
Kenapa maka salat subuh itu memperoleh perhatian utama? Sebab Allah SWT sendiri telah menegaskannya dalam Al Quran: “Dan (dirikanlah pula salat subuh). Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”. ( Al Isra (17) ayat 78 ).
Salat subuh memang merupakan tolok ukur keimanan seseorang. Jika ada seorang mukmin-walaupun ia jago puasa, tilawah Al Quran, berzikir atau bahkan ia seorang Dai sekalipun, namun ia masih merasa berat untuk bangun menghadiri salat subuh berjemaah di masjid, maka ia harus banyak bermuhasabah, jangan-jangan ia termasuk dalam katagori sabda Rasulullah SAW : “Salat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah salat Isya dan salat subuh” (HR.Ahmad), demikian antara lain komentar Dr Imad Ali Abdus Sami Husain dalam bukunya “Keajaiban Salat Subuh”. Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Raghib As-Sirjani, seperti dikatakannya: “Seorang dai yang tidak menjaga salat subuh dalam berjemaah, tetapi dia berbicara dan berceramah dalam sebuah majelis tentang tegaknya agama Allah dimuka bumi, Naif !”.
Dasar statement kedua ulama dan penulis Timur Tengah di atas, sudah pasti peristiwa yang terjadi di zaman Rasulullah SAW. Sebab bila beliau meragukan keimanan seseorang maka Nabi SAW akan menelitinya pada saat salat subuh. Apabila beliau tidak mendapati orang tadi salat subuh, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati. Ubai bin Ka’ab berkata: “Rasulullah SAW pernah salat subuh, kemudian berkata, ‘Apakah kalian menyaksikan bahwa si Fulan salat?’ Mereka menjawab, ‘ Tidak ‘. Beliau berkata lagi , ‘ Si Fulan ? ‘. Mereka menjawab , ‘ Tidak ‘. Maka Nabi Mulia itu berkata: “Sesungguhnya dua salat ini (subuh dan Isya) adalah salat yang berat bagi orang-orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam salat subuh dan isya, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak. (HR. Ahmad dan An-Nasai). Ibnu Umar RA pun berkata: “Ketika kami tidak melihat seseorang dalam salat subuh atau isya, kami langsung berperasangka buruk kepadanya.” Dan ujar Imam Malik lagi : “Batas antara kita dengan orang-orang muanfik adalah menghadiri salat isya dan subuh, sebab orang-orang munafik tidak sanggup menghadiri kedua salat tersebut”.
Diceritakan satu ketika Rasulullah SAW salat subuh di masjid Nabawi. Begitu pulang beliau mendapati putrinya Siti Fatimah masih tidur. Maka beliau pun membalikklan tubuh Fatimah dengan kakiknya, kemudian berkata: “Hai Fatimah, bangun dan saksikanlah rezeki Robbmu, karena Allah SWT. membagi-bagi rezeki para hamba antara salat subuh dan terbitnya matahari”. ( HR.Baihaqi ).
Dilain waktu Rasulullah SAW usai memipin salat subuh, Beliau tidak melihat Ali bin Abi Thalib RA. Khawatir menantunya ini sakit, beliau langsung menuju rumahnya. Ketika bertemu dengan Siti Fatimah, mendapat penjelasan bahwa saking asyiknya Ali, suaminya beribadah malam, maka salat subuh dilakukan di rumah. Rasulullah SAW kemudian berkata kurang lebih: “Salat subuh yang dilakukan secara berjemaah (di masjid), lebih bagus daripada ibadah yang dilakukan seseorang sepanjang malam di rumah”.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa yang melaksanakan salat isya secara berjemaah , maka ia seperti salat malam separoh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan salat subuh secara berjemaah, maka ia seperti salat malam satu malam penuh”. Sehingga Ibnu Umar RA pun menegaskan: “Sungguh, aku bisa melaksanakan salat subuh secara berjemaah, itu lebih aku sukai daripada salat malam semalam suntuk”. Sudah pasti yang paling baik adalah istiqamah salat malam di rumah sesuai kemampuan dan ditutup dengan salat subuh secera berjemaah di masjid.. Wallahualam.
Sumber : Pontianak Pos
MANFAAT GERAKAN SHOLAT
Selama ini shalat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudhu (bersuci), gerakan shalat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.
TAKBIRATUL IHRAM
Posisi: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Posisi: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I’TIDAL
Posisi: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Posisi: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Posisi: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Posisi: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam.
[Makna sholat] Makna sholat
PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof . Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry , AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
MEMPERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
TAKBIRATUL IHRAM
Posisi: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
RUKUK
Posisi: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I’TIDAL
Posisi: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Posisi: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Posisi: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Posisi: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan dalam.
[Makna sholat] Makna sholat
PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof . Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry , AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
MEMPERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
Minggu, 19 Agustus 2012
RAHASIA TIDUR MANUSIA DAN SHALAT TAHAJUD
Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik
memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah
bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para saintis barat seperti dr Ray
Meddis, seorang Profesor di Department of Human Sciences, England University of
Technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama
TIGA JAM.
Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam
dan tidur lelap. Mimpi biasanya terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia
perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur ayam adalah masa
berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang sebenarnya
ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian saintis barat yaitu cukup
selama TIGA JAM.
Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup.
Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar
ketika kita tidur. Apabila seseorang atlit (atlet lari,misalnya) ketika hendak
mengikuti lomba lari maka dia akan berlatih mungkin sekitar setahun sebelum
perlombaan itu dimulai. Dengan demikian dia berharap bisa menjadi juara. Demikian
juga dengan kita, harus melatih diri kita tidur sesuai aturan yang baik
Menurut kajian ahli pengobatan barat, sebelum kita pergi
tidur, pertama-tama kita akan merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan
kita akan menurun. Dengan mengatur waktu tidur dan menggunakan termometer kita
bisa melatih diri kita untuk tidur bila perlu. Tidur yang teratur dapat
mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk
mengerjakan hal lainnya. Di dalam Al-Quran disebutkan ada segolongan manusia
yang masuk surga karena ibadah malamnya dengan mengurangi waktu tidur malamnya.
Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud :
“sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga
dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan
mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang
berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir
malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Surah Az-Zariat ayat 15-18)
Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang baik bagaimana
tidur yang benar lengkap dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita
bisa latihan untuk tidur malam seperti :
Makan malam
sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang
banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur
·
Tunaikan Sholat Isya’ sebelum tidur.
·
Bersihkan tempat tidur seperti seprei,
bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.
·
Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur
seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.
Kurangi waktu
tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama
latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari,
seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk
waktu tiga jam saja.
Cara bangun tidur juga ada hal perlu diikuti untuk menjaga
kesehatan dan menghindarkan diri dari pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang
suka bangun tidur terus langsung melompat dari tidurnya maka beresiko terkena
penyakit jantung dan bisa menyebabkan meninggal. Demikian menurut pendapat
seorang doktor dari china – dr Huang Guoxiong dari Badan Pengobatan Lioning.
Pendapat Ahli Sastra
Barat
Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai
pentingnya mengurangi tidur untuk mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya
apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka menjawab: ” the woods are lovely, dark
and deep but i have promises to keep and miles to go before i sleep.” maksudnya
” taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus
dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur.”
“the heights by great men reached and kept were not attained
by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the
night.” – Longfellow maksudnya ” pencapaian kerja yang tinggi oleh orang-orang
ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga
larut malam pada waktu teman-temannya/yang lain sedang nyenyak tidur.” ini
jelas menunjukkan mereka meminimalkan waktu tidur untuk mencapai kesuksesan
dalam hidup mereka.
Rahasia Sholat
Tahajud
Sekarang kita kembali kepada perbincangan tentang Sholat
Tahajud. Apakah kebaikan dan kelebihan yang kita peroleh dari mengerjakan
sholat tahajud sementara yang lain sedang nyenyak tidur!?
Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah
Allah itu mendatangkan kebaikan. Sesungguhnya Sholat Tahajud meneguhkan iman
kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan
lain-lain.
Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot
oksigen di atmosfer bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan
menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan
melancarkan aliran darah ditubuh kita.
Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat
penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfer bumi
selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia
yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.
Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat.
Secara kasar, pertama kita berdiri tegak (qiyam) kemudian mengangkat kedua
tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada – kita telah membesarkan
rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta menggerakkan otot
di kedua belah tangan.
Ketika ruku’ dengan badan membungkuk ke depan dan kedua
tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground)
sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang
dan tulang tungkai.
Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di
atas otot-otot kedua tangan, kaki. Dada, perut, punggung, leher dan otot-otot
kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang
kita gerakkan.
Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian
kita sujud lagi dan sesudah itu kita berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali
ini secara automatik kita telah menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada ,
bahu, lengan, perut, punggung, paha, kaki bagian bawah dan otot-otot lainnya.
Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk – pertama duduk antara dua sujud
dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal
paha, selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.
Ketika kita memberi salam, kita menggerakkan otot-otot leher
tengkuk dan lain-lain.
Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup
oksigen yang istimewa dan gerakan otot-otot yang semuanya itu sudah tentu akan
menyehatkan tubuh kita. Sholat Tahajud bisa juga menjauhkan penyakit pinggang
yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur
malam.
“dan pada sebagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu
sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke
tempat yang terpuji.”(QS Al-Isra’; 79)
"sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam
surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh
tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang
berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir
malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Az-Zariat; 15-18)
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai tambahan
ibadah bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji “. (QS
Al Isra’; 79).
“Orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang
yang menginfakkan hartanya dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum
fajar”. (QS Ali ‘Imran; 17).
Mengapa Allah menyuruh kita bangun di tengah malam untuk melaksanakan
Shalat Tahajud? Apa rahasia di balik perintah Allah tersebut? Apakah betul
orang-orang yang bertahajud di tengah malam akan diangkat Allah ke tempat yang
terpuji?
Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan
orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT,
penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).
Beberapa Data Ilmiah
Tahajud:
1. Dr. Abdul Hamid Diyab dan Dr. Ah Qurquz mengatakan,Shalat
malam dapat meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh terhadap berbagai penyakit
yang menyerang jantung, otak dan organ-organ tubuh yang lain. Karena orang yang
bangun tidur malam hari, berarti menghentikan kebiasaan tidur dan ketenangan
terlalu lama yang merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya penyumbatan
pembuluh darah. Aktifitas Shalat malam, untuk menghadap Allah Sang Pencipta,
akan menenangkan hati dari segala kegundahan dan kegelisahan hidup yang
dialami.
2. Bangun malam dapat menjadikan tubuh bugar dan
bersemangat, serta terhindar dari penyakit punggung pada usia tua. Dalam salah
satu penelitian medis terbukti bahwa orang-orang yang terbiasa Shalat malam
relatif lebih aman dari serangan penyakit pada tulang punggung dari pada
orang-orang yang tidak shalat malam.
3. Shalat Tahajud memiliki kandungan aspek meditasi dan
relaksasi yang cukup besar, dan memiliki pengaruh terhadap kejiwaan yang dapat
digunakan sebagai strategi penanggulangan adaptif pereda stres. Sebagaimana
juga dijelaskan Dr.M.Soleh bahwa stres punya pengaruh yang besar terhadap
ketahanan tubuh seseorang. Dan stres, baik fisik maupun psikis menyebabkan
terjadinya pengeluaran cairan tubuh (hormon) cukup banyak dan penguapan dari
tubuh yang lebih cepat.
4. Dalam bidang bio-teknologi, Shalat Tahajud dapat
dimanfaatkan untuk meningkatkan respon ketahanan tubuh dan menghilangkan rasa
nyeri pasien yang terkena penyakit kanker. Dalam bidang ini pula Shalat Tahajud
dapat meningkatkan respons emosional positif yang efektif dalam menegakkan
anastesis pra bedah.
5. Shalat Tahajud yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan,
khusuk, tepat, ikhlas dan kontinyu diyakini dapat menumbuhkan persepsi dan
motivasi positif. Dan respons emosi positif (positive thinking) dapat
menghindarkan reaksi stres.
Mengapa harus tengah
malam?
Kata Tahajud terambil dari kata hujud yang berarti tidur.
Kata Tahajud dipahami al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan
Shalat. Shalat ini juga dinamakan Shalat lail/Shalat malam, karena dilaksanakan
di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Apa rahasia bangun di tengah malam
untuk Shalat Tahajud?
Hal ini telah dijawab Allah pada QS Al-Muzzammil; 6-7, yang
artinya kira-kira:
“Sesungguhnya bangun diwaktu malam, dia lebih berat dan
bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang hari kesibukan
yang panjang”.
Dari ayat tersebut ada dua hal yang begitu mengesankan kita.
Pertama, sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam hari memiliki efek
dan dampak yang lebih mengesankan. Sengaja bangun malam hanya bisa dilakukan
oleh orang yang memiliki niat kuat. Niat yang kuat pasti didorong oleh motivasi
yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan
bersungguh-sungguh.
Apalagi Shalat Tahajud adalah Shalat sunnah, Insya Allah
orang yang melaksanakan shalat sunnah adalah orang yang memang punya niat yang
ikhlas dan motivasi yang kuat. Lain halnya dengan Shalat wajib, tidak jarang
kita melaksanakan Shalat wajib hanya sekedar “gugur kewajiban”. Shalat Tahajud
dilakukan harus setelah tidur, meskipun sejenak.
Apa manfaatnya?. Rasulullah SAW sangat memperhatikan hak-hak
yang harus didapat tubuh kita. Bahkan ditegaskan bahwa kita wajib memenuhi
hak-hak yang harus diperoleh tubuh kita dan di antaranya adalah hak untuk
tidur.
Sabda Rasulullah: “Puasa dan berbukalah, Shalat dan tidurlah
karena sesungguhnya tubuhmu punya hak yang harus kau penuhi dan sesungguhnya
matamu punya hak yang harus kau penuhi dan istrimu (pasanganmu) punya hak yang
harus kau penuhi”. (HR. Al-Bukhari).
Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai makhluk
hidup, termasuk manusia. Pada manusia, tidur adalah penting untuk kesehatan.
Tanda-tanda kehidupan seperti kesadaran, denyut jantung dan frekuensi pernafasan
mengalami perubahan, yaitu mengalami penurunan atau perlambatan. Dalam tidur
normal biasanya fungsi saraf motorik dan saraf sensorik untuk kegiatan yang
memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade/dihambat,
sehingga pada saat tidur cenderung untuk tidak bergerak dan daya tanggap
berkurang.
Saat bangun tidur pasti pikiran kita lebih terang. Bayangkan
dalam 1 hari, jantung kita berdetak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui
17 juta mil arteri, urat darah halus/kapiler dan juga pembuluh vena. Tanpa kita
sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000
kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali dan mengoperasikan 14
miliar sel otak. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan,
karena terjadi proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita
kembali berfungsi dengan sangat baik. Sangatlah tepat jika Allah berkehendak
agar Shalat Tahajud dikerjakan setelah tidur. Dengan pikiran yang segar akan
membantu kita lebih khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca.
Berkomunikasi di malam hari kira-kira pukul 01:00 - 04:00 (sepertiga malam
terakhir), secara umum akan lebih baik.
Ini dapat kita buktikan ketika melakukan komunikasi lewat
ponsel di waktu tengah malam atau berselancar mengarungi dunia maya lewat
internet, kekuatan sinyal yang dipancarkan akan lebih kuat, jelas dan cepat.
Komunikasi kita dengan Allah saat Tahajud, kira-kira dapatlah dianalogikan
demikian. Disaat manusia terlelap tidur diselimuti mimpi, kita mampu
berkomunikasi dengan Sang Khalik dalam keadaan pikiran tenang dan fisik yang
segar, tentulah “komunikasi” akan terjadi dengan “sinyal” yang kuat dan jernih.
Dan komunikasi yang kita lakukan semuanya berbasis pada pancaran energi.
Meditasi dan Tahajud
Meditasi berarti keheningan, diam dan kesendirian.
Keheningan muncul apabila pikiran sadar kita telah berhenti sepenuhnya. John
Kehoe, penulis buku terlaris “Mind Power” pernah melakukan tapa brata dengan
menyingkirkan diri dari hiruk-pikuk dunia, kemudian menyepi di dalam hutan
untuk melakukan meditasi. Hal ini dia lakukan untuk menembus batas kesadaran
tertinggi atau lapisan terdalam pikiran bawah sadarnya melalui kesunyian dan
pencarian diri.
Tahajud dan Hormon
Stres
Prof. Dr. Muhammad Sholeh, dari Surabaya, telah membuktikan
satu dari sekian banyak ilmu yang terkandung di dalam Al-Quran secara ilmiah
menurut Ilmu Kedokteran melalui penelitian disertasi dalam bidang Ilmu
Kedokteran pada program pascasarjana Universitas Surabaya, dengan judul
“Pengaruh Shalat Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh
Imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi”.
Beliau menyimpulkan, jika melakukan Shalat Tahajud secara
rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusuk niscaya (dengan seijin Allah SWT)
akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker. Penelitian ini melibatkan 41
responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari
41 siswa, hanya 23 yang sanggup menjalankan shalat Tahajud selama 1 bulan
penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat Tahajud selama
2 bulan. Shalat Tahajud dimulai pukul 02.00 - 03.00 sebanyak 11 rakaat, dengan
dua rakaat sebanyak 4 kali dan ditutup shalat witir sebanyak 3 rakaat. Dan
selanjutnya, hormone kortisol (hormon stres) dari 19 siswa tersebut diperiksa
di 3 laboratorium di Surabaya (Pramitha, Prodia dan Klinika).
Kadar kortisol siswa yang shalat Tahajud dengan rutin
berbeda dengan siswa yang tidak melaksanakan Shalat Tahajud. Mereka yang Shalat
Tahajud memiliki kadar hormon kortisol yang rendah. Hal ini menandakan mereka
memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemampuan individu yang tangguh sehingga
mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil. Hormon kortisol
adalah salah satu hormon stres. Kadar hormon ini semakin meninggi ketika kita
dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang tinggi kita lebih mudah berbuat
salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat kurang baik.
Dengan Shalat Tahajud yang dilakukan secara rutin, ikhlas
dan khusuk akan mampu menciptakan karakter baru serta tangguh bagi
pelaksananya, sehingga akan memiliki persepsi dan motivasi yang positif serta
akan terhindar dari stres. Mungkinkah itu maksud firman Allah pada QS Al-Isra’;
79 di atas tentang diangkatnya para pelaksana Shalat Tahajud ke tempat yang
terpuji? Allahu’alam (Allah yang paling tahu).
sumber : http://isidunia.blogspot.com
sumber : http://isidunia.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)