Informasi Umum, Pendidikan, Agama, Teknologi, Pengembangan diri, Seni, dan Humor

Tampilkan postingan dengan label Amal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Cara Mudah Untuk Ikhlas dan Rileks

Bagi Anda yang merasa sulit ikhlas dan hidupnya kurang rileks, maka bisa dicoba tips berikut ini.
Cara mudah untuk ikhlas.
1.  Nafas  5-5-5 : Tarik nafas 5 detik, tahan nafas 5 detik, dan keluarkan 5 detik.  Lakukan selama 3-5 menit. Dengan mengatur pola nafas akan menghantarkan  gelombang otak anda turun menjadi alpha yang siap mendukung anda untuk  ikhlas.
2.  Sambil mengatur nafas, pejamkanlah mata anda.  Naikkanlah mata anda ke atas dan turun (normal) Lakukan 3-5 kali. Gerakkan mata seperti ini akan membawa pikiran anda masuk gelombang  alpha dengan lebih mudah.
3. Biarkanlah nafas anda membasuh tubuh anda dengan kesejukan, kelembutan dan kedamaian.
4.    Ijinkanlah pikiran-otak-hati-tubuh anda terbuka agar uneg-uneg  (kejadian-masalah-orang) yang membuat anda tidak bahagia (tidak ikhlas)  lepas.
5.    Ijinkanlah seluruh hambatan-hambatan lepas dari diri  anda dengan mengatakan: “saya rela mengikhlaskan seluruh kecemasan,  ketakutan, kekhawatiran lepas. Saya mengikhlaskan semua keinginan untuk  mengatur hidup kepada limpahan kasih sayang Alloh” Atau anda bisa  mengubah sesuaikan dengan masalah anda “saya rela mengikhlaskan (….  apa masalah anda) kepada limpahan kasih sayang Mu Ya Alloh. Saya ikhlaskan  semua kebaikannya kepada Mu ya Alloh” Intinya kalimat ini adalah kalimat  penerimaan yang jika anda hayati dapat membawa anda dalam kondisi alpha  (rilek dan damai). Kondisi ini HARUS tanpa perlawanan.
6.    Sambil  anda mengucapkan itu, bayangkanlah apa yang anda inginkan sudah terjadi.  Misal anda sedang punya masalah denga rumah tangga atau sedang sakit,  maka bayangkanlah kebaikan rumah tangga dan kesembuhannya SUDAH TERJADI.
7.    Sambil membayangkan apa yang anda harapka SUDAH terjadi,  ucapkanlah kalimat syukur. Terimakasih Ya Alloh…… (Terimakasih Tuhan  atas segala-galanya)
8.    Ulangi sampai 20 menit, pagi-petang.
Saya yakin perlahan dan pasti, sistem perkabelan dalam tubuh anda  sudah siap untuk menjalani hidup jauh lebih ikhlas, jauh lebih bahagia.
“Aku rela mengikhlaskan segala ketakutan, kecemasan, khawatir dan  keinginan untuk mengatur hidup kepada limpahan kasih sayang Alloh. Dan  aku ikhlaskan aliran kebijaksanaanMu membanjiri ruang hatiku”.

http://simplypositive.blogdetik.com/155/cara-mudah-untuk-ikhlas-dan-rileks

Jumat, 24 Agustus 2012

Doa Mustajabah

Do’a atau berdo’a tidak asing lagi bagi telinga kita. Hampir semua agama dan kepercayaan mengajarkan kepada pengikutnya untuk senantiasa bedo’a. sebab do’a adalah pengingat ketika keberhasilan dapat diraih,maka kita sadar itu merupakan karunia Alloh, jika kegagalan yang datang, maka do’a sebagai benteng dari putus asa, karena dari situ kita tahu betapa lemahnya kita,tanpa pertolongan-Nya mustahil kita mampu menjalani hidup ini. Sebagian orang menggap do’a sebagai “pesugihan” yang halal, mungkin anda sudah mencari do’a manjur,do’a paling mujarab,do’a paling ampuh, atau juga mendatangi tempat berdo’a yang maqbul, mungkin juga sudah menyempatkan waktu untuk memasuki waktu mustajabnya do’a. Pernahkah kita merasa kalau do’a kita ditolak oleh Alloh? Berbagai do’a sudah dilantunkan, bermacam cara bahkan tidak jarang kita meluangkan waktu, mencari saat dan tempat yang konon mustajab untuk berdo’a, namun semua itu nyaris tidak membawa hasil, bahkan yang lebih tragis, nikmat yang kita harapkan malah laknat yang datang. Kehidupan yang layak, rejeki yang melimpah,isteri yang cantik,kendaraan mewah selalu kita panjatkan agar itu berpihak pada kita, namun bukannya mendekat, malah menjauh. Rahasia do’a makbul Setelah bertahun-tahun terombang-ambung diantara harapan dan putus asa, kadang pertanyaan- pertanyaan datang bertubi-tubi. Kenapa Alloh masih enggan mengabulkan do’aku? Apa salahku? Kurang apalagi? Puasa sudah,berdo’a sudah,beramal sudah, tapi koq masih begini saja. Ada 3 tahapan yang harus kita lakukan agar do’a kita maqbul, bahkan dijamin pasti insya Alloh manjur ; 1. Syukur Mungkin kita bertanya, hidup saja susah apa yang mau disyukuri? Inilah kesalahan kita. Coba kita renumgkan ! andai kita mempunyai anak, anak kita minta mobil-mobilan, karena kita sayang kita kasih, tapi anak itu lupa membawa pulang mainannya ketika bermain dengan kawan-kawannya. Hilanglah mainan itu. Keesokan harinya dia merengek minta dibelikan lagi,kita pun membelikannya, dan kejadian pertama terulang lagi. Lantas jika anak kita itu minta lagi apa jawab kita? Apa akan langsung membelikannya? Tentu kita akan marah bukan? Memang Alloh tidak seperti kita, namun kita hendaknya tahu diri, bagaimana Alloh akan mengabulkan do’a kita jika nikmat yang sudah ada saja tidak pernah disyukuri, ini namanya tidak tahu berterima kasih. Dan yang paling penting adalah ; do’a itu bisa di ijabah atau ditolak oleh Alloh, tapi syukur pasti akan diterima ( bagaimana syukur yang benar? akan dilanjutkan dalam tulisan berikutnya , insya Alloh). Jika kita bersyukur, maka Alloh akan menambahi anugerah-Nya kepada kita tanpa kita minta sekalipun. Alloh berfirman ; “Jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” QS. An Nahl : 18. 2. Malu Sepantasnya kita malu, mungkin kita tidak diberi harta lebih, tapi kita masih diberi akal, tangan, kaki dan yang lebih penting kita masih hidup, tapi kenikmatan2 itu sekan tidak berarti apa-apa bagi kita, kita mendefinisikan nikmat itu hanya berupa harta,tahta,wanita. 3. Istighfar mohonlah ampun kepada Alloh, atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dengan sebenar-benarnya. Insya Alloh dengan di awali dan dilandasi 3 hal tersebut do’a kita akan di kabulkan oleh Alloh. Dengan catatan semua itu dilakukan dengan benar tanpa direkayasa. http://tanbihun.com/tasawwuf/tasawuf/rahasia-doa-999-mustajab/#.UDdiB2XNvcs

Kamis, 01 Desember 2011

amalan di Bulan Rajab


Amalan amalan di Bulan Rajab: Kitab Mukaasyafah Al-Quluub, Al-Imam Hujjatul Islam Abi Hamid bin Muhammad Al Ghozali

Published on June 14, 2010
“Bersabda Rasulullah SAW : “ Sesungguhnya di surga ada sungai yang disebut dengan rajab (isinya) lebih putih dari pada susu, dan lebih manis dari pada madu. Barangsiapa yang berpuasa sunnah satu hari pada bulan Rajab akan diberi minum oleh Allah dari sungai tersebut.” (HR. Imam Baihaqi)
Adapun puasa sunnah pada bula Rajab banyak hadits-hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan untuk melakukannya karena mempunyai nilai pahala ganda.
Diriwayatkan oleh Tsauban bahwa ia pada suatu ketika berjalan bersama Rasul saw melewati suatu kuburan di mana Rasulullah saw berhenti sejenak dan menagis ter-sedu2. ” Kenapa enkau menangis ya Rasulullah?” tanya Tsauban, lalu Rasulullah bersabda : “Aku berdoa untuk mereka yang sedang disiksa kuburnya maka diringankanlah siksanya oleh Allah. Coba mereka berpuasa satu hari dan tidak tidur satu malam dalam bulan Rajab, mereka tidak akan disiksa dalam kuburnya.
Dan bulan Rajab adalah bulan taubah, seorang ulama’ ahli hadits Al-Imam Muhammad bin Abdullah Al Jardani Rohimahullah menerangkan dalam kitab hadits Misbahud-dholam bahwa : “Diterangkan dalam kitab-kitab
Allah yang terdahulu, orang yang membaca :

Dibaca 70 x setiap ba’da isya’ atau waktu pagi dan sore bulan Rajab,
“Orang tersebut akan terhindar dari siksaan api neraka (dosa-dosanya diampuni oleh Allah)”
AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB
Di surga ada danau yang bernama Rajab. Airnya putih melebihi putihnya air susu, manis melebihi manisnya madu dan dinginnya melebihi salju. Barang siapa puasa sehari di bulan Rajab kelak Allah akan memberikan minuman daridanau Rajab. (Al-Hadits)
Dari Abi Hurairah berkata ; Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wassalama bersabda ; “ Barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab Allah mencatatnya sebagaimana orang puasa 60 bulan”.
Dan ada awal hari bulan Rajab malaikat jibril turun kepada Nabi dengan risalah untuk isra’ bersama Nabi. Nabi bersabda “Ingat bulan Rajab adalah bulannya Allah, barang siapa puasa sehari dibulan Rajab dengan iman dan keikhlasan, maka akan mendapatkan keridhoan-Nya.”(Al-Hadits)

Barang siapa membaca

Setiap ba’da isya’ malam bulan Rajab, maka tidak akan tersentuh kulitnya oleh api neraka (Al-Hadits)
Barang siapa membaca

Dibaca diantara dua khutbah hari Jum’at Akhir bulan Rojab, maka
dimudahkan rizqinya dan dicukupi segala kebutuhanya (Qaul Ulama’)
Sumber: Kitab Mukaasyafah Al-Quluub, Al-Imam Hujjatul Islam Abi Hamid bin Muhammad Al Ghozali